Motivasi
Air Tuba Dibalas dengan Air Susu
Oleh: Kartika Soetarjo
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Kalimat "air tuba dibalas dengan air susu" mungkin kedengarannya agak janggal, karena kalimat yang sering didengar biasanya "air susu dibalas dengan air tuba".
Air susu dibalas dengan air tuba adalah peribahasa yang sering dikaitkan dengan satu kejadian ketika seseorang yang sudah diberi kebaikan ternyata membalasnya dengan kejahatan.
Namun, di sini saya akan mencoba untuk memberikan sesuatu yang berbeda. Membalas air tuba dengan air susu bukan tentang membiarkan orang lain berbuat jahat kepada kita, tetapi tentang bagaimana kita belajar tidak dendam, belajar melupakan kesalahan orang lain, belajar ikhlas memaafkannya, dan memilih hidup dengan damai dan kasih sayang.
Hidup damai adalah cara kita memutuskan rantai perselisihan dan pertikaian, memilih damai pun dapat menciptakan ketenangan, tidak ada ketakutan dan kekhawatiran dalam kehidupan.
Mungkin bukan perkara yang mudah bagi sebagian orang membalas kejahatan dengan kebaikan, butuh kekuatan dan keyakinan serta niat yang tulus karena Allah.
Karena Allah telah berfirman dalam Al-Quran surah Fushilat ayat 34 yang artinya:
"Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang di antaramu dan di antara dia ada permusuhan seolah telah menjadi teman setia".
Adapun, cara agar hati kita merasa ringan dalam membalas kejahatan dengan kebaikan adalah sebagai berikut:
Pertama, intropeksi diri atau muhasabah. Lisan atau tingkah laku dia yang menyakiti kita itu, mungkin saja balasan dari perkataan atau tingkah kita yang pernah menyakiti orang lain, tetapi karena Allah menginginkan kebaikan pada diri kita, maka Allah tegur kita dengan rasa sakit seperti apa yang pernah kita berikan pada orang lain. Dengan begitu, kita akan mudah menyadari kesalahan dan tidak akan membalas kejahatan dia.
Kedua, jika kita merasa tidak pernah menyakiti orang lain, tetapi kita disakiti orang lain, maka itu adalah ujian dari Allah Subhanahu Wataala, untuk meningkatkan kualitas kesabaran kita.
Sebagaimana dalil dalam Al-Qur an surah Ali Imran ayat 146: "Allah menyukai orang-orang yang sabar".
Ketiga, yakinlah, jika kita menebar kebaikan kepada siapa pun, maka kebaikan itu akan kembali kepada kita.
Keempat, membalas keburukan dengan kebaikan harus disertai dengan niat yang tulus, hilangkan rasa ingin dipuji makhluk, tetapi semata-mata hanya karena ingin ridha Allah, dan yakinlah sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan itu tidak akan lepas dari pengawasan Allah.
Maka, dengan begitu insyaaAllah hati kita akan jauh dari dendam, benci, dan selalu terjaga dari sifat-sifat yang buruk. Siapa pun yang berbuat jahat kepada kita, mereka lambat laun akan menyadari kesalahannya.
Hidup itu pilihan. Kita dapat memilih hidup dalam damai, kasih sayang, dan kebaikan.
Penutup
Jika kebaikan dibalas dengan kebaikan, mungkin tidak asing serasa biasa saja. Kita tidak punya poin tambah, itu sudah konsekuensi kehidupan. Jika kejahatan dibalas dengan kejahatan, itu namanya sama-sama. Berarti kita sama buruknya dengan yang berbuat buruk kepada kita, apalagi kalau kebaikan dibalas dengan kejahatan, bererti kita termasuk.orang yang zalim. Naudzubillah. Tetapi kalau orang lain berbuat buruk kepada kita dan kita membalasnya dengan kebaikan, maka kita adalah pemenangnya.
Jadi, balslah air tuba dengan air susu!
"Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan"
Wallahu 'alam bisshawwab.
Kar's
Via
Motivasi
Posting Komentar