Motivasi
Umur Masih Muda
Oleh: Maman El Hakiem
(Pegiat Literasi)
TanahRibathMedia.Com—Ada anekdot yang dalam bahasa gaul berbunyi, "tau-tau sudah tua", maksudnya tidak lain bahwa hitungan usia manusia itu tidak terasa begitu cepat berlalu. Padahal, kemarin ia masih bau kencur, eh sekarang sudah bau kuburan.
Sering kali orang menyamakan usia dengan umur dalam kehidupan sehari-hari. Ketika ada yang bertanya berapa umurmu? Jawabannya pasti angka usia hidup kita. Padahal, usia berbeda dengan umur.
Usia adalah angka berupa jatah waktu kita hidup, sejak lahir hingga ajalnya tiba. Sementara itu, umur adalah nilai waktu yang dipergunakan dalam kebaikan atau ketaatan kepada Allah Swt. Nah, kita tidak akan memperdebatkan perbedaan itu. Hanya saja harus diingat bahwa hidup hitungannya bukan sekadar angka yang dihitung sejak kelahiran, tetapi juga bisa diukur dari sejauh mana seseorang telah berbuat kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.
Oleh karena itu, sebagian orang bijak ketika ditanya tentang umur mereka, mereka menjawab "Saya masih muda", bukan karena usia biologis mereka yang sedikit, tetapi karena merasa bahwa amal kebaikan mereka masih sedikit.
Hidup Berawal dari Saat Hijrah
Salah satu cara menghitung umur kehidupan seseorang dalam Islam adalah dengan mengingat kapan seseorang mulai berhijrah menuju kebaikan. Ini sejalan dengan sabda Rasulullah saw.
"Al-Islamu yajubbu ma qablahu."
“Islam menghapus dosa-dosa yang telah lalu.” (HR. Muslim, no. 121)
Hadis ini menunjukkan bahwa titik balik kehidupan seseorang bisa dimulai dari saat dia berhijrah menuju kebaikan. Seorang yang baru bertaubat dan memulai lembaran baru dalam hidupnya dapat dikatakan seperti baru lahir dalam Islam, sehingga usianya dihitung dari saat ia berhijrah kepada Allah.
Tidak ada salahnya, bahkan menjadi kebaikan bila seseorang ditanya tentang umurnya ia menjawab masih sangat muda. Orang-orang saleh terdahulu sering merasa bahwa amal mereka masih sangat sedikit dibandingkan dengan tuntutan agama. Hal ini tercermin dalam firman Allah:
"Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa." (QS. An-Najm: 32)
Ayat ini mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh merasa dirinya sudah banyak beramal, karena hanya Allah yang mengetahui hakikat ketakwaannya. Oleh karena itu, ketika seseorang ditanya tentang usianya dan ia merasa kebaikannya masih minim, maka ia bisa dengan rendah hati menjawab, "Saya masih muda."
Sikap Para Ulama dalam Umur
Beberapa ulama dan orang-orang saleh terdahulu memiliki pandangan yang serupa dalam menghitung usia. Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata:
"Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian darimu ikut pergi."
Ini menunjukkan bahwa usia seseorang bukan hanya dihitung dari lahir, tetapi dari bagaimana ia memanfaatkan waktu dalam kebaikan.
Kesimpulan
Menghitung usia dalam Islam tidak hanya didasarkan pada tahun kelahiran, tetapi lebih kepada sejauh mana seseorang telah berbuat kebaikan dan berhijrah menuju Allah. Mereka yang merasa amalnya masih sedikit akan dengan rendah hati berkata, "Saya masih muda," karena mereka merasa masih dalam perjalanan panjang untuk meraih ridha Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu meningkatkan amal kebaikan dan tidak terlena dengan usia biologis semata.
Wallahu a'lam bish-Shawwab.
Via
Motivasi
Posting Komentar